Thursday, 29 December 2016

Kerinduan

Bismillah,

Berbulan sudah berlalu sepi tanpa khabar,
Maka hari ini aku gagahkan jiwa dan hati,
Mengumpul segala kudrat dan tenaga pada sekerat tangan yang telah kian lama 'berehat',
Dan pintu hati diketuk perlahan,
Niatnya cuma satu,
Ingin diajukan soalan yang dah berkarat dalam otak,

"Apa khabar imanku hari ini?"

Merenung kembali segala bait dan tulisan sendiri,
Menghayati setiap patah perkataan yang terzahir,
Buat mata ini sedikit berair.
Buat jiwa ini mengenang memori lama,
Memori yang penuh dengan kata-kata lantang atas jalan juang,
Memori yang tak lekang dari mengingati si Dia,
Memori yang kian buat seketul jiwa makin rindu,
Rindu untuk kembali pada waktu itu.

Betapa selama ini hati kecil berbisik sepi mengharap puisi cinta dari mereka yang di sekeliling,
Kerna hati kecil ini mahukan kata-kata cinta yang menembus jiwa,
Agar ia tidak lagi leka dari jalan juang ini,
Hati kecil ini mengharap pujukan lembut dari yang sefikrah,
Agar ia tidak hanyut dengan cinta selain dari Yang memiliki cinta.

Namun harapan sepi itu terus kekal menjadi harapan palsu,
Yang membaham semangat juang seorang hamba,
Membunuh, menikam jiwa seorang yang masih 'budak',
Memadam segala impian dan cita untuk kekal istiqamah,
Perlahan-lahan, tanpa sedikit bunyi,
Langsung tak terperasankan,
Dan perlahan-lahan jiwa itu mula mati,
Diam,
Bisu,
Sedangkan empunya jiwa itu masih hanyut,
Dan terus hanyut,
Lemas dalam buaian emosi dan kesibukan dunia.

Namun kini jiwa itu perlu bangun,
Perlu didaki jalan ini mahupun berliku berduri,
Perlu ditempuh pengembaraan ini meski payah,
Kerna Yang memiliki cinta itu sedang menanti,
Menunggu pulangnya seorang hamba yang pernah berbaiah pada-Nya.

Lalu pabila diteroka seutas kata yang terlahir dari bisik sendiri,
Hati dan jiwa ini mula menangis sendiri,
Betapa jiwa ini akhirnya dipujuk oleh kata-kata sendiri,
Betapa aku yang dahulu jauh lebih kuat dan gagah,
Betapa sekeping hati ini dahulunya jauh lebih suci,
Jauh lebih ikhlas.

Sedang aku mengharap pujuk cinta dari manusia lain,
Allah hadirkan aku yang dahulu untuk memujuk,
Allah datangkan jiwa yang pernah suci itu untuk membasuh kembali segala karat dan kotoran yang melekat pada jiwa ini,
Maka akhirnya hati yang 'tua' itu lah jua yang merawat segala penyakit yang bersarang pada hati yang sudah tawar ini.

Apa khabar imanku hari ini?

Moga terus thabat wahai hati dan jiwa yang mengharapkan keredhaan Yang Maha Esa.
Moga jiwa ini terus dijirus kata-kata cinta dari hati yang tulus menginginkan cinta-Nya.


- - - - - - - - - - - - -  - - - - - - - - - -
Dari hati yang kini,

Untuk hati yang akan datang.






No comments:

Post a Comment